Minggu, 11 Oktober 2015

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

ISLAM mengajarkan KEDAMAIAN, sedangkan YESUS membawa PEDANG

MATIUS10:33 - 36 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.,,Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang...Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.



Katakanlah: “hai hamba-hambaku yang beriman, bertaqwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik didunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. QS Az Zummar : 10

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir diantara mereka.
QS Al Insaan : 24

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jamganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS Al Maa’idah : 8

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-sekali janganlah orang-orang yang tidak menyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. QS Ar Rum : 60

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sunat / Khitan dalam pandangan Islam Dan Kristen.
Khitan dalam agam Islam termasuk bagian dari fitrah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِب

“Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “ (H.R Muslim 257).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada seseorang yang masuk Islam untuk berkhitan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seseorang yang masuk Islam :

أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ

“Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.” (H.R Abu Dawud 356, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 79)

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan dia tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.“ (An Nahl :123)
Khitan menjaga tubuh dari najis yang merupakan syarat sah shalat. Apabila tidak dikhitan, maka sisa air kencing akan tertahan pada kulup yang menutupi kepala penis. Khitan adalah memotong kulup yang menutupi kepala penis sehingga tidak ada lagi sisa air kencing yang tertahan. Dengan demikian, khitan menjadikan tubuh bebas dari najis, dan tidak mudah terserang penyakit karena infeksi saluran kencing.

Lukas 2 ; 21
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Kejadian 17:11 haruslah dikerat kulit khitanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

Keluaran 12; 48
Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorangpun yang tidak bersunat boleh memakannya.

Dari kitab kitab di atas sudah jelas sekali kalau sunat / khitan adalah wajib hukumnya,,tetapi kenapa masih ada satu ayat yg justru mengingkari ?

1 Korintus 7:19
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah,

Carilah kebenaran yg nyata,,Yakini yg anda anggap benar,, Karena saya yakin, anda semua bukan orang yg bodoh,,pasti bisa memilih dgn jujur mana yg benar dan mana yang tidak benar

Sabtu, 10 Oktober 2015

Keutamaan Akhlak

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Abu Hurairah RA meriwayatkan

,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِ يبٌ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ هُوَ ابْنُ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَوْدِيُّ

“Rasulullah SAW ditanya tentang kebanyakan hal yang memasukkan orang ke surga. Beliau menjawab, takwa kepada Allah dan husnul khuluq. Beliau ditanya lagi tentang kebanyakan hal yang memasukkan orang ke dalam neraka dan beliau menjawab, mulut dan kemaluan.” (Tirmidzi, hadits shahih).

Abu Hurairah RA meriwayatkan lagi,

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang-orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi, hadits shahih).

Aisyah RA berkata,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin, dengan kebaikan akhlaknya, dapat mencapai derajat orang yang berpuasa dan qiyamul lail.” (HR. Abu Dawud).

Aisyah ra berkata, Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dan memberikan, melalui kelembutan, sesuatu yang tidak diberikan melalui kekerasan, dan yang tidak diberikan melalui yang lain.” (HR. Muslim).

Aisyah ra berkata, Nabi SAW bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali memperburuknya.” (HR. Muslim).

Abu Umamah Al-Bahili RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman (surga) bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di surga paling atas bagi orang yang memiliki husnul khuluq.” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).

Jabir RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

“Yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat denganku tempat duduknya pada hari Kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya. Yang paling aku benci di antara kalian dan paling jauh tempat duduknya di hari Kiamat adalah yang banyak berbicara, yang suka usil, dan orang-orang Mutafaihiq (yang pongah dengan ucapannya).” Mereka bertanya, “Siapakah orang-orang Mutafaihiq itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan).

Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah SAW bersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ

“Maukah kalian aku beritahu tentang orang yang diharamkan masuk neraka atau neraka diharamkan terhadap setiap orang yang gampang dekat, lembut perangai, dan mudah.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan).




SUKSES dan BAHAGIA karena BERSYUKUR

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Bersyukur adalah kunci untuk sukses dan bahagia 
Sementara Kebahagiaan itu adalah Buah dari rasa syukur.
Seseorang yang pelit bersyukur akan selalu resah dan gelisah,semuanya serba kurang dan tak pernah puas,namun jika kita bersyukur,semuanya bisa kita nikmati 




Jangan membiasakan diri untuk berpikir dan merasakan bahwa anda kekurangan, tidak cukup, tidak layak, tidak mampu dan lain sebagainya. Kalau ini yang terus menerus anda pikirkan, anda tidak akan pernah bisa bersyukur.
Seseorang yang merasa dirinya serba kekurangan tentu pikiran dan perasaannya tidak tenang dan cemas, jadi mana mungkin terpikir untuk bersyukur, bahkan lebih mudah untuk melampiaskan kemarahan dan kekecewan kepada pihak lain.
Bila anda memfokuskan pikiran anda pada kekurangan, sebetulnya tidak akan bisa menolong anda untuk keluar dari kesulitan, bahkan akan memperparah kesulitan itu sendiri, apa lagi bisa mencapai keberhasilan yang anda inginkan itu. Jelas itu tidak mungkin, karena berdasarkan hukum pikiran apa yang kita fokuskan akan cenderung terjadi.
Fokus pikiran pada kekurangan akan membelenggu semua potensi yang anda miliki, dan akibatnya kerja keras anda akan sia-sia bila bila fokus pikiran anda tidak anda rubah.
Maka, bersyukurlah atas apa yang telah anda miliki saat ini, bersyukurlah atas apa yang anda alami, dan bersyukurlah atas apa yang anda hadapi. Karena semuanya itu adalah berkat dan rahmat Tuhan. Ingatlah bahwa setiap orang itu bernilai dihadapan Tuhan, tidak peduli siapa diri anda.
Setiap masalah yang anda hadapi, setiap tantangan yang anda hadapi, keterbatasan yang anda miliki ; semuanya mempunyai tujuan baik. Tanpa masalah, tanpa tantangan dan tanpa keterbatasan; anda tidak akan pernah sadar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas serta keunggulan diri yang di butuhkan untuk mengejar dan mencapai impian-impian anda.
Dengan bersyukur sebenarnya anda melapangkan hati dan pikiran anda, dan sekaligus anda mengakui bahwa diri anda sudah berkecukupan. Kalau anda sudah bisa merasakan berkecukupan, tentu pikiran anda akan tenang dan damai dan anda akan bisa menjadi orang yang lebih sabar dalam menghadapi situasi apa pun. Keadaan ini lah yang memicu terbukanya potensi terbesar anda sehingga inspirasi dan kreativitas bisa mengalir kaluar.
Untuk mencapai keberhasilan anda membutuhkan suasana rileks, tenang dan damai, dimana semua ini akan memproduksi kejernihan pikiran yang anda butuhkan untuk melakukan aktivitas anda sehari-hari.
Berpikirlah dan rasakan bahwa anda hebat, berkecukupan, dan mampu meraih impian-impian anda; gambarkan ini terus menerus pada layar pikiran anda dan sampaikan rasa syukur anda dalam imajinasi anda.
Dengan demikian, sedikit demi sedikit anda akan mulai terbiasa untuk bersyukur dan akhirnya kebiasaan ini menetap pada diri anda.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS: Ibrahim: 7)

Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-144-151.html#sthash.CFfpauqL.dpuf
Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-KU dan janganlah kamu mengingkari ni'mat-KU...(QS Al Baqarah: 152)
Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-144-151.html#sthash.CFfpauqL.dpuf
Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-144-151.html#sthash.CFfpauqL.dpuf
Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-ali-imran-ayat-144-151.html#sthash.CFfpauqL.dpuf

Mukmin sejati selalu merasa kurang dalam kebaikan

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


 Tidak sepantasnya seorang mukmin berkata: Aku telah berbuat kebaikan ini, aku sudah puas, aku sudah tahu, aku tidak butuh lagi belajar dan lain sebagainya, sehingga ia tidak lagi berbuat baik, malas belajar dan merasa cukup. Tapi sebaliknya seorang mukmin sejati adalah yang selalu merasa kurang dalam kebaikan, tidak puas dengan kebaikan yang pernah dikerjakannya, sehingga ia termotivasi untuk selalu berbuat dan berbuat, belajar dan belajar tanpa bosan sampai ajalnya tiba.
Kehidupan dunia ini sangatlah singkat, dan kehidupan yang kekal dan abadi adalah kelak di akhirat. Semakin banyak kebaikan yang dipersembahkan seseorang di dunia ini maka semakin banyak pula ia mendapatkan manfaatnya kelak di akhirat
Rasulullah SAW bersabda:
"لا يشبع مؤمن من خير يسمعه حتى يكون منتهاه الجنة"
Seorang mukmin tidaklah pernah merasa puas dari kebaikan yang ia dengar hingga ia mendapatkan tempatnya di surga

Kamis, 08 Oktober 2015

Manusia Yang Baik dan Benar

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Orang yang benar adalah bukan orang yang tak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang benar adalah mereka yang sanggup mengendalikan diri dari perbuatan yang terlarang dan bila terlanjur melakukannya, ia memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatan yang salah itu.




Semua anak manusia itu pernah melakukan kesalahan. Dan sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertaubat .

Rasulullah  tidak mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang TIDAK pernah berbuat SALAH, karena memang tidak ada seorang manusia pun yang ma’shum (terjaga dari kesalahan).
Tetapi Rasulullah menegaskan bahwa orang-orang yang bertaubat, yang mengakui kesalahan yang mau memperbaiki dan menyesali kesalahannya serta yang kembali kepada kebenaran. Jika ada yang mengaku dia orang ALIM dan tidak pernah berbuat salah, maka dia'lah orang yang TIDAK BENAR.

Rasulullah bersabda: "Kalau sekiranya kalian mempunyai dosa atau kesalahan sampai memenuhi langit kemudian kalian bertaubat, niscaya ALLAH akan menerima taubat kalian" (HR.Ibnu Majah) 
  Semoga kita termasuk golongan Tawwaabiin (orang yang bertaubat), yaitu yg mengakui dan menjauhi kesalahannya, menyesali kesalahannya, bertekad untuk tidak mengulangi kesalahannya serta kembali kepada kebenaran. "Ya ALLAH, matikan kami dengan husnul khotimah, dan jangan matikan kami dalam keadaan suu-ul khotimah"
Aamiin Ya Robbal'alamiin
 

Rabu, 07 Oktober 2015

Bahaya waktu luang

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


 Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling.” (Al-Hajj: 1)
Maha Kuasa Allah yang menciptakan arena bumi sebagai sarana ujian. Kekayaan alam yang begitu melimpah. Sungai-sungai jernih yang melahirkan kehidupan. Hujan yang membangkitkan harapan. Dari situlah, hamba-hamba Allah membuktikan diri: apakah ia sebagai hamba yang konsisten atau dusta.





Ada baiknya berhati-hati dengan yang boleh. Tak ada yang tanpa batas di dunia ini. Karena sunnatullah dalam alam, semua tercipta dalam takaran tertentu. Dari takaran itulah, keseimbangan bisa langgeng. Termasuk keseimbangan dalam diri manusia.

Kalau keseimbangan goyah, yang muncul adalah kerusakan. Dalam diri manusia, ada tiga keseimbangan yang mesti terjaga: keseimbangan akal, rohani, dan fisik. Satu keseimbangan terganggu, seluruh fisik mengalami kerusakan.

Ketidakseimbangan bukan cuma dari sudut kekurangan. Berlebih-lebihan pun bisa memunculkan ketidakseimbangan. Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis. Di antara urusan fisik adalah makan dan minum.

Allah swt. berfirman, “….makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf: 31)

Berlebih-lebihan dalam makan dan minum, walaupun halal, bisa memunculkan penyakit. Lebih dari lima puluh persen sumber penyakit berasal dari lambung. Karena itulah, Rasulullah saw. meminta kaum muslimin untuk mengerem makan. Dan cara yang paling bagus adalah dengan puasa. Beliau saw. mengatakan, “Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat.” (Al-hadits)

Masih banyak hal boleh lain yang mesti pas dengan takaran. Di antaranya, hubungan seksual suami istri, tidur, dan juga bersantai.

Sayangnya, ada kecenderungan manusia senang bersantai. Sudah menjadi sifat dasar manusia memilih jalan yang gampang daripada yang sukar. Lebih memilih santai ketimbang banyak kerja. “Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.” (Al-Balad: 11)

Santai pada timbangan yang proporsional memang bagus. Karena itu bermakna istirahat. Dari istirahatlah keseimbangan baru bisa lahir. Dengan istirahat, lelah bisa tergantikan dengan kesegaran baru.

Tapi, ketika santai tidak lagi proporsional, yang muncul hura-hura dan kemalasan. Orang menjadi begitu hedonis. Orientasi bergeser dari keimanan kepada serba kesenangan. Saat itu, santai tidak cuma menggusur jenuh, tapi juga kewajiban-kewajiban. Bisa kewajiban sebagai suami, anak, dan juga sebagai hamba Allah swt.

Di antara ciri orang beriman adalah berhati-hati dengan perbuatan yang sia-sia. Allah swt. berfirman, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (Al-Mu’minun: 1-3)

Rasulullah saw. mewanti-wanti para sahabat agar berhati-hati dengan waktu senggang. Beliau saw. bersabda, “Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari)

Ada banyak cara menggusur letih dan jenuh. Letih dan jenuh kadang tidak cuma bisa disegarkan dengan santai. Ada banyak cara agar penyegaran bisa lebih bermakna dan sekaligus terjaga dari lalai.

Para sahabat Rasul biasa mengisi waktu kosong dengan tilawah, zikir, dan shalat sunnah. Itulah yang biasa mereka lakukan ketika suntuk saat jaga malam. Bergantian, mereka menunaikan shalat malam.

Bentuk lainnya adalah bermain dengan istri dan anak-anak. Rasulullah saw. pernah lomba lari dengan Aisyah r.a. Kerap juga bermain ‘kuda-kudaan’ bersama dua cucu beliau,  Dari sini, santai bukan sekadar menghilangkan jenuh. Tapi juga membangun keharmonisan keluarga.

Rasulullah saw. mengatakan, “Orang yang cerdik ialah yang dapat menaklukkan nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah wafat. Orang yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan muluk terhadap Allah.” (HR. Abu Daud)

Dan harus kita sadari betul, ada pihak lain yang mengintai kelengahan kita. Pertarungan antara hak dan batil tidak kenal istilah damai. Tetap dan terus berlangsung hingga hari kiamat. Dari situlah, saling mengintai dan saling mengalahkan menjadi hal lumrah. Dan kewaspadaan menjadi hal yang tidak boleh dianggap ringan.

Pihak yang jelas-jelas melakukan pengintaian adalah musuh abadi manusia. Dialah iblis dan para sekutunya. Allah swt. membocorkan itu dalam firman-Nya. “Iblis mengatakan, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 16-17)

Pihak lain adalah kelompok manusia yang tidak suka dengan perkembangan Islam. Mereka selalu mengintai kelemahan umat Islam, mengisi rumah-rumah umat Islam dengan hiburan yang melalaikan. Bahkan, mengkufurkan. Masih banyak upaya lain orang kafir untuk menghancurkan Islam.

Karena itu, berhati-hatilah dengan waktu luang. Kalau tidak bisa diisi dengan yang produktif, setidaknya, isilah dengan yang tidak melalaikan.

Selasa, 06 Oktober 2015

SAYANGILAH ISTRIMU, KARENA ALLAH

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
SAYANGILAH ISTRIMU, KARENA ALLAH
LAKUKANLAH, KARENA RASULULLAH MELAKUKANNYA
(1) Suami yang mencuci baju sendiri bukan karena ingin menyenangkan istrinya, bukan karena takut tangan istri menjadi kasar, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.
(2) Suami tidak bersuara keras pada istri bukan karena takut dengan istrinya akan marah dan pergi dari rumah, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.
(3) Suami sabar dan diam ketika istri menuntut hal-hal diluar batas kemampuannya bukan karena takut ditinggalkan sang istri, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.
(4) Suami tersenyum melihat istrinya cemburu kepada perempuan lain bukan karena takut kepada istrinya, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.
(5) Suami memakan makanan istrinya yang asin atau pun yang keras bukan karena mencoba romantis di depan istri, tapi KARENA RASULULLAH SAW MENGHARGAI MASAKAN ISTRINYA.
(6) Suami mengumpulkan sejumlah dana untuk disimpan istri bukan karena bodoh dalam mengatur keuangan, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.
(7) Suami merawat anak-anak kecil ketika mereka sakit bukan karena mereka cocok jadi perawat pribadi, tapi KARENA RASULULLAH SAW MELAKUKANNYA.
Semoga kita semua menjadi pribadi yang disayang Allah, pasangan yang disayang Allah, dan mencintai karena Allah, semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal'alamin

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Sahabat G+ Sahabat FB yang di rahmati Allah

Islam mengajarkan untuk selalu berbuat kebaikan dalam segala hal.
Sebagai Muslim sudah semestinya, hanya kebaikan yang kita laksanakan ,dalam setiap desah nafas kehidupan kita.




Oleh karena jangan pernah menunda, untuk menyegerakan berbuat kebaikan, karena kebaikan yang keluar dari diri kita,akan bermuara kebaikan pula yang kita terima, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Jika kalian berbuat Baik (berarti) kalian berbuat Baik untuk dirimu sendiri,Dan jika kalian berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”.. (QS. Al Isra : 7).

Ada ungkapan bijak yang mengatakan”Orang yang baik adalah bukan mengatakan dirinya baik,akan tetapi orang yang baik,adalah orang yang berusaha memperbaiki kekurangannya,sehingga menjadi baik”.

Yang  menarik digaris bawahi dari kalimat diatas’Orang yang berusaha memperbaiki kekurangannya, sehingga menjadi baik,sangat selaras dengan’bahwa sebagai manusia memang tidak luput dari kekhilafan, sehingga cendrung melakukan kesalahan,karena demikianlah manusia”Alinsaanu mahallu lkhataa wa nnisyaan “Manusia merupakan tempatnya salah dan lupa”.

Manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, telah dianugerahi berbagai kelengkapan, sebagai makhluq paling sempurna,yang tidak diberikan kepada mahkluq lain ,mengingat  tugas yang di emban manusia cukup berat, sebagai pemelihara,pengelola dan penyeimbang kehidupan di muka bumi ini.

Salah satu anugerah terbesar adalah hati, hati inilah yang menjadi mesin penggerak, sekaligus tempat bertarungnya,antara pengaruh kebaikan dan kejahatan, sehingga melahirkan terhadap perilaku manusia, untuk berbuat kebaikan dan kejahatan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

"Ketahuilah bahwa dalam Jasad ada segumpal daging, jika ia Baik maka seluruh jasad menjadi Baik, tetapi jika ia Rusak maka seluruh jasad akan menjadi Rusak, ketahuilah segumpal daging itu adalah Hati”. (HR. Bukhari  dan Muslim)

“Dan barangsiapa berserah diri kepada ALLAH,sedang ia orang yang berbuat Kebaikan,Maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul (tali) yang kokoh,Hanya kepada ALLAH kesudahan segala urusan ” (QS. Luqman : 22).

Sikap Ikhlas membuat batin menjadi kaya

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Sikap hidup yang ikhlas membuat batin menjadi kaya dan hi­dup lebih enteng untuk dijalani. lkhlas mencerminkan adanya kesadaran atau kemauan untuk mengerjakan segala sesuatu de­ngan maksimal dan melakukan introspeksi untuk perbaikan-be­tapapun beratnya beban yang harus dipikul.
Ikhlas adalah melakukan amal, baik perkataan maupun perbuatan ditujukan untuk Allah Ta’ala semata.
Allah Swt. dalam Al-Quran menyuruh kita untuk selalu ikhlas, seperti dalam firmanNya


وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

並(奉命說):「你應當趨向正教,你切莫做一個以物配主的人,

..dan (aku telah diperintah): Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.
(QS Yunus :105)


Dan Ibadah yang sangat aku senangi ialah yang dilakukan oleh hambaku dengan ikhlas untuk-Ku  ( H.R. Thabrani )

Barang siapa benar-benar ikhlas kepada Allah , niscaya akan ditanggung segala urusan-nya dan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. ( Al Hadits )